Laman

Makalah Penelitian al-Ashwat l-Arabiyah (Fonologi Bahasa Arab) dan Sharaf



BAB I
PENDAHULUAN
Penelitian adalah kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum[1]; untuk itu dalam sebuah penelitian dibutuhkan ketelitian dalam pengolahan data yang telah di peroleh untuk mendapatkan hasil yang baik.
Begitu juga dalam penelitian ilmu kebahasaaan karena teori bahasa disusun berdasarkan temuan-temuan praktis melalui pemakaian para penutur bahasaitu. Di lain pihak para penutur menggunakan bahasa berdasarkan kaidah-kaidah yang disusun dalam teori.
Komponen bahasa terdiri dari bunyi bahasa (ashwat), kosakata (mufrodat) dan tata bahasa (qowa'id/tarakib)[2]. Hal ini mengakibatkan adanya beberapa masalah dan metode penelitian yang berbeda dalam kajian Ilmu Bahasa.
Dalam makalah ini, penyaji berusaha menyajikan  kajian mengenai beberapa komponen dalam ilmu bahasa terutama bahasa arab, yaitu  ilmu bunyi bahasa  (ashwat)  dan   ilmu sharaf yang termasuk dalam komponen bahasa tata bahasa (tarkib). Meskipun secara sadar makalah ini masih memiliki banyak kekurangan dan mungkin terdapat beberapa kesalahan. Untuk itu, untuk mendukung terealisasikannya ilmu dari mata kuliah " Metode Penelitian Bahasa Arab " ini, kami mengharapkan tegur sapa, kritik, dan koreksi agar pada makalah berikutnya kami mendapatkan peningkatan kualitas isi dan maupun referensi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Penelitian Ilmu Al-Ashwat
a.   Pengertian  Ilmu Al-Ashwat9
Ilmu Al-Ashwat (علم الأصوات) adalah ilmu yang  mempelajari  tentang pembentukan, perpindahan dan penerimaan bunyi bahasa.[3] Ilmu al-Ashwat lebih populer dengan sebutan Ilmu Fonetik, yakni suatu bidang linguistik yang menjelaskan dan menganalisa tentang pengucapan bunyi ujar, yang membutuhkan praktek, bukan sekedar teori semata.[4] Dengan demikian, ilmu al-Ashwat adalah suatu kajian mengenai pembentukan, perpindahan, dan penerimaan bunyi ujar, yang selain halnya membutuhkan teori, juga membutuhkan praktek.

b.   Pembagian Ilmu al-Ashwat
-    Atas  Dasar Luas Cakupannya[5]
·         Ilmu Al-Ashwat  Umum (علم الأصوات العام)
Ilmu ini membahas materi ilmu kebahasaan  secara umum, seperti organ bicara dan fungsinya, sifat-sifat dan makhraj bunyi.
·         Ilmu Al-Ashwat khusus(علم الأصوات الخاص)
Ilmu ini lebih mendeskripsikan makhraj dan sifat konsonan dan vokalnya, penggalan kata dan suprasegmental[6]nya, yang dipelajari hanya dalam bahasa satu bahasa saja. Jadi, ilmu ini mempelajari bunyi bahasa tertentu, berbeda dengan ilmu al-ashwat umum yang mempelajari bunyi bahasa secara umum.
-    Atas Dasar Sifat[7]
·         Ilmu Bunyi Teoritis (علم الأصوات النظري)
Ilmu Al-Ashwat yang memfokuskan pembahasan pada ilmiah murni, tanpa membicarakan tentang cara aplikasinya dalam tataran praktis dengan tujuan untuk mengetahui  sifat-sifta artikulasi dalam tataran praktis dengan tujuan untuk mengetahui sifat-sifat artikulasi dan fisikal suatu bunyi.
·      Ilmu Bunyi Standar (علم الأصوات المعياري)
Ilmu yang berkonsentrasi pada pembuatan kaidah-kaidah bunyi bahasa tertentu, dengan tujuan agar mudah diaplikasikan secara tepat dalam proses berbahasa.
-    Atas dasar Makna[8]
·      Fonetik
Yaitu Ilmu yang membahas tentang bunyi bahasa dengan tidak mempertimbangkan fungsi dan  makna yang di kandung oleh bunyi itu.
·         Fonologi
Yaitu ilmu bunyi yang membahasa tentang bunyi  bahasa tertentu dengan mempetimbangkan fungsi dan makna yang di kandungnya.
-       Atas dasar Metodologi  Penelitian[9]
·      Ilmu Bunyi Deskriptif(علم الأصوات الوصفي)
Ilmu bunyi yang dalam penelitiannya meletakkan bunyi bahasa dalam satu waktu tertentu.
·      Ilmu Bunyi Historis(علم الأصوات التاريخي)
Ilmu yang meneliti perkembangan dan perubahan bunyi bahasa yang terjadi pada bahasa tertentu dalam lintasan beberapa masa.
·      Ilmu Bunyi Komparatif(علم الأصةات المقارن)
Ilmu yang dipelajari tidak terpatas pada bunyi satu bahasa tertentu, tetap menyangkut perbandingan antara dua bahasa atau lebih.




c.    Tujuan  mempelajari  Ilmu Al-Ashwat
Agar pembelajaran bahasa Arab betul betul menjadi perhatian serius, supaya ujar dan bunyi kata bahasa Arab yang Diucapkan sesuai dengan aslinya yang penekanannya berfokus pada  makhorijul huruf dan tajwid.[10]

d.   Urgensi  Ilmu Al-Ashwat dalam pembelajaran ilmu bahasa
Ilmu ashwat adalah cabang ilmu bahasa yang membicarakan perihal bunyi ucapan yang dipakai dalam bercakap-cakap sekaligus mempelajari bagaimana mengucapkan bunyi-bunyi ucapan itu dengan benar. Hal ini penting sekali dan merupakan aspek awal bagi orang yang hendak belajar bahasa Arab terutama bagi orang asing (غير الناطقين بها (.
Cara mengucapkan abjad bahasa Arab dengan fasih dan benar adalah pekerjaan yang tidak sepele. Misalnya, Orang yang terbiasa mengucapkan ‘ngain’ membutuhkan waktu yang cukup untuk menggantinya dengan ucapan ‘ain’ secara lebih fasi dan benar.[12]oleh karena itu, Ilmu Bunyi bertanggung jawab terhadap kebenaran dan keakurasian pengucapan bunyi, kata dan kalimat dalam proses berbahasa.
Apabila unsur ini tidak diperhatikan maka bahasa yang dituturkan tidak akan di pahami dengan baik, atau mungkin akan dipahami dengan makna yang jauh berbeda dari maksud penutur, atau paling tidak bahasa yang diucapkan dianggap sebagai bunyi-bunyian tanpa makna bagaikan bunyi-bunyi alami yang terasa asing ditelinga.[13]


e.    Metode  Penelitian  Ilmu Al-Ashwat
1.      Ilmu Bunyi Deskriptif
Ilmu bunyi yang dalam penelitiannya meletakkan bunyi bahasa dalam satu waktu tertentu.
Objek penelitian metode ini diperlakukan sebagai benda mati yang statis, tidak bergerak, sehingga dapat dicatat identitas dan sifatnya tanpa dihubungkan dengan masa lalu, sekarang , atau kemungkinan yang terjadi pada bunyi itu dimasa yang akan datang. Penentuan makhraj dan sifat suatu bunyi dapat dilakukan melalui ilmu bunyi deskriptif ini.
2.      Ilmu Bunyi Historis
Ilmu yang meneliti perkembangan dan perubahan bunyi bahasa yang terjadi pada bahasa tertentu dalam lintasan beberapa masa. Dalam hal ini ilmu bunyi bahasa di anggap benda yang hdup dari masa ke masa dan di prediksikan mengalami perubahan.  Hal yang di teliti mencakup: asal-usul buny, sifat-sifat, dan cara penuturannya di masa lalu.
3.      Ilmu Bunyi Komparatif
Ilmu bunyi yang dipelajari tidak terbatas pada bunyi satu bahasa tertentu, tetap menyangkut perbandingan antara dua bahasa atau lebih. Metode ini membandingkan antara dua bahasa yang berbeda tetapi masih dalam satu rumpun yang sama.
4.      Ilmu Bunyi Kontrastif
Ilmu bunyi yang membandingkan antara dua bahasa yang berbeda dengan rumpun yang juga berbeda. Seperti: antara bahasa Arab dengan bahasa Indonesia. Penelitian secara Kontranstif bertujuan untuk mengetahui bunyi yang memiliki kesamaan dan  yang berbeda secara total.[14]

B.     Penelitian Ilmu Sharaf
a.      Pengertian  Ilmu Sharaf
Sharaf (الصرف) secara bahasa  berarti memalingkan, sedangkan menurut Istilah sharaf berarti ilmu yang dipelajari untuk mengetahui perubahan-perubahan bentuk kata yang bukan dari segi I'robnya, seperti mengetahui shahihnya, mudho'af atau ber'illatnya suatu kata dan gejala-gejalanya, baik berupa terjadinya pergantian, pemindahan, pembuangan atau perubahan syakal.[15]
Menurut Amin Ali as-Sayyid[16], pengertian ilmu sharaf ada 2 macam. Pertama, perubahan kata kepada bentuk yang berbeda untuk menyesuaikan jenis maknanya, seperti tashghir, taksir, tastniyah, jama’. Kedua, perubahan kata dari asal letaknya dengan tujuan lain dan tidak mengubah makna, seperti i’lal.
Adapun Ali Bahauddin Bukhdud, ilmu sharaf adalah perubahan pada bentuk kata karena ada tujuan dalam segi makna maupun lafadz. Yang dimaksud dengan perubahan kata di sini adalah bentuk yang tertulis dari harakat, sukun, jumlah huruf, dan urutan huruf.[17]
Dengan demikian, dapat kita pahami bahwa ilmu sharaf adalah suatu kajian mengenai perubahan kata karena ada perbedaan tujuan dari segi lafadz maupun makna.

b.      Ruang lingkup Ilmu Sharaf
Ruang lingkup ilmu sharaf terbagi menjadi lima komponen :
1.      Perubahan bentuk-bentuk kata, dari kata kerja benda menjadi sebaliknya. Seperti perubahan dari fi'il madhi menjadi fi'il mudhori', masdar, isim fa'il, isim maf'ul, isim makan, isim zaman dan alat. Perubahan seperti ini disebut tashrif istilahi.
2.      Perubahan bentuk bentuk kata, sesuai dhomir, dan kuantitas volume (isi) yang dikandungnya. Seperti kata benda yang berjumlah satu menjadi dua atau tiga buah. Atau kata kerja yang disesuaikan oleh pelaku apakah mudzakkar atau mu'annats dan jumlah pelaku. Perubahan seperti ini disebut tashrif lughowi.
3.      Penggantian, pembuangan, dan pemindahan, salah satu huruf pada sebuah kata atau juga penambahan.
4.      Sebuah syakal (harakat) yang terjadi pada suatu kata. Dalam sharf, perubahan syakal ini hanya terjadi pada selain syakal yang terakhir dalam sebuah kata. Jadi, sharf tidak membahas syakal terakhir pada suatu kata.
5.      Sifat pada sebuah kata, diantaranya :
-          Shahih-nya : yakni sebuah kata terbebas dari huruf 'illat.
-          Mudho'af-nya : yakni terdapat huruf ganda yang berjejer pada suatu kata.
-          Ke-'illat-annya : yakni terdapat huruf 'illat pada suatu kata. Huruf 'illat hanyaada tiga yaitu : [18] ا, و, ي

c.       Tujuan mempelajari Ilmu Sharaf
Tujuan mempelajari ilmu sharaf adalah terhindar dari kesalahan dalam membentuk kata.[19]

d.      Urgensi Ilmu Sharaf dalam Ilmu Bahasa
Sharaf  termasuk ilmu yang  terpenting dari ilmu-ilmu bahasa Arab, karena di dalam ilmu sharaf itu terdapat pegangan dalam menetapkan bentuk-bentuk kata, mengetahui bentuk tashghirnya, menisbatkan kepadanya, mengetahui bentuk jamak qiyasy, sama’iy dan penyimpangan, dan mengetahui lafal yang sunyi dari i’lal atau idgham, atau dan yang lainnya.[20] Untuk itu ada beberapa manfaat mempelajari ilmu sharaf, yaitu:
- Mengetahui asal kata
- Mengetahui huruf-huruf tambahan
- Mengetahui ibdal
- Mengetahui i’lal
- Mengetahui idgham[21]
e.       Metode Penelitian Ilmu Sharaf
Metode penelitian ilmu sharaf lebih memfokuskan pada perubahan bentuk kata. Metode penelitian ini meliputi bentuk wazan, isytiqaq, men-syakal kosakata, i’lal, dan analisa huruf tambahan.[22]
·         Bentuk Wazan
Segala perubahan dalam ilmu sharaf bermula dari satu wazan, yakni fa’ala (فعل), yang selalu sama antara wazan dan mawzunnya, baik berupa harakat dan sukunnya. Tiga huruf dalam wazan tersebut dipenggal lagi menjadi fa fi’il, ‘ain fi’il, dan lam fi’il. Wazan tersebut akan terus berkembang seiring perubahan makna dan lafadznya.
·         Isytiqaq
Isytiqaq adalah asal-usul kata. Yang dimaksud dengan asal-usul kata di sini adalah menjadikan suatu kata dari kata yang lain karena ada hubungan makna antara keduanya.
·         Mensyakal Kosakata
Dalam kajian ilmu sharaf dibutuhkan pensyakalan huruf-huruf dalam setiap kata dan mengidentifikasi bentuknya, tanpa memperhatikan syakal huruf akhir, karena mengetahui harakat akhir kata termasuk dalam ranah kajian ilmu nahwu.
Adapun harakat yang ‘dilegalkan; dalam ilmu sharaf adalah fathah, dlammah, kasrah, dan sukun yang bersandar kepada ketiganya.
·         I’lal
Kajian ilmu sharaf tidak akan terlepas dari i’lal. I’lal adalah perubahan kata-kata yang di dalamnya terdapat huruf ‘illat. Kebanyakan i’lal terjadi ketika bentuk kata berupa ajwaf[23].
·         Analisa Huruf Tambahan
Menurut para ahli sharaf, huruf tambahan terdiri dari ‘am dan khash. Segala tambahan yang masih dalam tataran asal bentuk kata disebut dengan ‘am. Adapun huruf tambahan yang khash terdiri dari 10 huruf, yang populer dengan istilah أويسا هل تنم atau سألتمونيها.
Adapun huruf tambahan pada suatu kata terbagi dalam tiga macam:
1.      Kata tersebut terdiri lebih dari tiga huruf dari asal bentuk kata.
2.      Huruf tambahan disebabkan adanya penumpukan (dobel) huruf asli dalam kata.
3.      Huruf tambahan dengan satu huruf atau lebih bukan dari asal kata.


BAB III
PENUTUP

C. Kesimpulan
Ilmu al-ashwat adalah suatu kajian mengenai pembentukan, perpindahan, dan penerimaan bunyi ujar, yang selain halnya membutuhkan teori, juga membutuhkan praktek.
Klasifikasi ilmu al-ashwat terbagi atas dasar luas cakupannya (meliputi ilmu bunyi umum dan khusus), sifat (meliputi ilmu bunyi teoritis dan standar), makna (fonetik dan fonologi), dan metodologi (ilmu bunyi deskriptif, historis, komparatif, dan kontrastif).
Ilmu sharaf adalah suatu kajian mengenai perubahan kata karena ada perbedaan tujuan dari segi lafadz maupun makna.
Bidang kajian ilmu sharaf meliputi perubahan bentuk-bentuk kata dari kata kerja benda menjadi sebaliknya, perubahan bentuk bentuk kata sesuai dhomir, penggantian, pembuangan, dan pemindahan salah satu huruf pada sebuah kata, sebuah syakal (harakat) yang terjadi pada suatu kata, dan sifat pada sebuah kata berupa shahih-nya, mudho'af-nya, dan ke-'illat-annya.



DAFTAR PUSTAKA

Al-Khully, Muhammad Aly. 1982. Mu’jam Ilmu al-Ashwat. Riyadh: Universitas Riyadh.
Anas, Ahmad Idhoh, Drs. H. M.A. 2007. Ilmu Sharaf Lengkap. Pekalongan: Al-Asri.
Anis, Ibrahim, Dr. Ph.D. Al-Ashwat Al-Lughawiyyah. Mesir: Maktabah Nahdlah.
As-Sayyid, Amin Ali, Dr. 1976. Fi Ilmi as-Sharfi. Mesir: Darul Ma’arif.
Bukhdud, Ali Bahauddin, Dr. Al-Madkhal as-Sharfi. Beirut: Yayasan Jami’iyyah li ad-Dirasat.
Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Matsna, Mohammad HS, Prof. Dr. M.A, Erta Mahyudin, Lc. S.S., M.Pd.I.. 2012. Pengembangan Evaluasi dan Tes Bahasa Arab. Tangerang: Al- Kitabah.
Nasution, Ahmad Sayuti Anshari, Dr. H. M.A. 2010. Bunyi Bahasa. Jakarta: Amzah.
http://aep-s.blogspot.com/2011/09/studi-bahasa-arab-di-ptai.html diakses pada tanggal 25 september 2012, pukul 07:32.
http://sumsel.kemenag.go.id/file/dokumen/FONOLOGIDALAMPENDIDIKANDANPELATIHAN pdf, diakses pada tanggal 25 september 2012, pukul 10:19.
http:/alfi-sayidatul.blogspot.com/2011/06/b-pengertian-ashwat-arabiyah.html, diakses pada tanggal 25 september 2012, pukul 10:43.






[1] Kamus Besar Bahasa Indonesia.
[2]  Prof. Dr. Moh. Matsna HS, M.A dan Erta Mahyudin, Lc. S.S., M.Pd.I., Pengembangan Evaluasi dan Tes Bahasa Arab,(Tangerang: Al- Kitabah, 2012) hlm. 87.
[3] Dr. H. Ahmad Sayuti Anshari Nasution, M.A., Bunyi Bahasa, (Jakarta: Amzah, 2010), cet. 11, hlm 1. Lihat juga: Muhammad Aly al-Khully, Mu’jam Ilmu al-Ashwat, (Riyadh: Universitas Riyadh, 1982), hlm. 112.
[4] Dr. Ibrahim Anis, Ph.D., Al-Ashwat Al-Lughawiyyah, (Mesir: Maktabah Nahdlah), hlm. 3. Lihat juga: Kamus Besar Bahasa Indonesia.
[5] Dr. H. Ahmad Sayuti Anshari Nasution, M.A., Mabadi’u Ilmi al-Ashwat, (Ciputat: UIN Jakarta Press, 2006), hlm. 4. Lihat juga: Bunyi Bahasa, hlm. 3.
[6] Segala hal yang berhubungan dengan segmen ujaran atau bunyi (fonem), yakni nada, tekanan, sendi, dan intonasi.
[7] Dr. H. Ahmad Sayuti Anshari Nasution, M.A., Mabadi’u Ilmi al-Ashwat, (Ciputat: UIN Jakarta Press, 2006), hlm. 4. Lihat juga: Bunyi Bahasa, hlm. 7.
[8] Dr. H. Ahmad Sayuti Anshari Nasution, M.A., Mabadi’u Ilmi al-Ashwat, (Ciputat: UIN Jakarta Press, 2006), hlm. 5. Lihat juga: Bunyi Bahasa, hlm. 8.
[9] Dr. H. Ahmad Sayuti Anshari Nasution, M.A., Mabadi’u Ilmi al-Ashwat, (Ciputat: UIN Jakarta Press, 2006), hlm. 5. Lihat juga: Bunyi Bahasa, hlm. 9.
[10])http://sumsel.kemenag.go.id/file/dokumen/FONOLOGIDALAMPENDIDIKANDANPELATIHAN pdf ), diakses pada tanggal 25 september 2012, pukul 10:19.
[11](http:/alfi-sayidatul.blogspot.com/2011/06/b-pengertian-ashwat-arabiyah.html), diakses pada tanggal 25 september 2012, pukul 10:43. 
[12]) http://aep-s.blogspot.com/2011/09/studi-bahasa-arab-di-ptai.html) diakses pada tanggal 25 september 2012, pukul 07:32.
[13] Dr. H. Ahmad Sayuti Anshari Nasution, M.A, Bunyi Bahasa, (Jakarta: Amzah, 2010) cet. 11, hlm. 17.
[14]  Dr. H. Ahmad Sayuti Anshari Nasution, M.A, Bunyi Bahasa, (Jakarta: Amzah, 2010) cet. 11, hlm. 6-9.
[15] Drs. H.A Idhoh Anas, M.A, Ilmu Sharaf Lengkap, (Pekalongan: Al-Asri, 2007), hlm. 3
[16] Dr. Amin Ali as-Sayyid, Fi Ilmi as-Sharfi, (Mesir: Darul Ma’arif, 1976), hlm. 17.
[17] Dr. Ali Bahauddin Bukhdud, al-Madkhal as-Sharfi, (Beirut: Yayasan Jami’iyyah li ad-Dirasat), cet. 1, hlm. 7.
[18] Drs. H.A. Idhoh Anas, M.A, Ilmu Shorof Lengkap, (Pekalongan: Al-Asri, 2007), hlm.2

[20] (http://orioblooger.blogspot.com/2011/05/ilmu-ilmu-bahasa-arab.html) diakses pada tanggal 25 September 2012, pukul 07: 58.
[22] Dr. Amin Ali as-Sayyid, Fi Ilmi as-Sharfi, (Mesir: Darul Ma’arif, 1976), hlm. 20-31.
[23] Kata yang ‘ain fi’ilnya berupa huruf ‘illat.





teks pidato untuk acara "Alf"


 ) كلمة الملك للشورى أمر .. وأداء للأمانة judul asli )


الكلمة التي وجهها خادم الحرمين الشريفين الملك عبدالله بن عبدالعزيز إلى أعضاء مجلس الشورى في دورته الجديدة ، بقدر ما تعبر عن حرصه -حفظه الله- على أداء المسئولية العامة والتزاماته بأمانة وإخلاص وتفان ، فهي أيضاً أمر من خادم الحرمين الشريفين للذين أولاهم الثقة وكلفهم بضرورة الاجتهاد والتفكير والعمل من أجل تطوير أوضاع البلاد وسن أنظمة وقوانين تحقق نهج الحكم الرشيد من أجل خدمة المواطن وحفظ أمن البلاد وثرواتها وتطوير أعمالها ومهارات أبنائها وتحصينها من أجل المستقبل.
وقد سبق لخادم الحرمين الشريفين أن منح مجلس الشورى صلاحيات جيدة، ويساند المجلس في كل ما شأنه أداء مهامه على أفضل وجه ، بما في ذلك إمكانية استدعاء وزراء ومسئولين إلى مقر المجلس ومساءلتهم ، ومناقشتهم في أداء أعمالهم، لأن خادم الحرمين الشريفين عين أعضاء المجلس ممثلين للمواطنين وألقى عليهم أمانة تطوير أنظمة البلاد ووضع الحلول المناسبة لمشاكل المواطنين وقضاياهم، وأيضا مناقشة المسئولين والوزراء من أجل إنجاح هذه المهمة والوفاء لذممهم وذمة خادم الحرمين الشريفين.
ومبادرة الملك عبدالله بتعيين 30 سيدة في عضوية المجلس إنما هو جانب من الوفاء بالأمانة، لأن المواطنات يشتكين من أن الرجال في مجلس الشورى لا يعطون اهتماماً وافياً لقضايا المرأة، وما يواجهها من متاعب. وايضاً قد لا يدرك الرجال معاناة النساء بصورة دقيقة لافتقارهم إلى التجربة. وأصبحت المرأة السعودية الآن عضواً في مجلس الشورى وعليها أن تنهض بقضايا شقيقاتها المواطنات ومعاناتهن الاجتماعية والحقوقية والنظامية، ومناقشة مشروعات الأنظمة التي تتعلق بأوضاع المرأة، بوجه خاص، وحقوقها الوظيفية والاجتماعية وحقوقها في الخدمات العامة ونحوها.
وحرص خادم الحرمين الشريفين أن يبين لأعضاء المجلس أن تعيينهم في المجلس ليس تشريفاً أو تفضيلاً لأشخاصهم، إنما تكليف لهم وتفضيل لأفكارهم وأدائهم . مما يعني أن المحك للنجاح وخدمة المواطنين هو الأداء والعمل والاجتهاد وطرح الأفكار الجديدة ومساءلة المتسببين في المشاكل ومساعدة المسئولين على البحث عن حلول للمشاكل الطارئة، واقتراح البدائل.
ويحتاج المواطنون إلى مجلس لا ينام وإلى فكر مهموم بالتزامات المواطنة وأماناتها، وإلى أشخاص يفون بوعدهم لخادم الحرمين الشريفين الذي سلمهم الأمانة وطلب منهم الوفاء بها بأمره ودعمه وحرصه، من أجل أن تستمر هذه البلاد العظيمة ناهضة وطموحة وتواقه إلى معانقة المستقبل وهي الكيان الشامخ الذي انتصر على كل التحديات التي وقفت في طريق نهوضه وتطلعه، واستمر في تحقيق الانجازات التاريخية، بفضل قيادة حكيمة رشيدة أمينة مثل قيادة خادم الحرمين الشريفين الملك عبدالله بن عبدالعزيز مده الله بالصحة والسلامة وأعانه على أداء هذه المسئولية العظيمة.
Pidatonya Raja Abdullah bin Abdulaziz kepada anggota Dewan Syura pada baru, sejauh mengungkapkan keprihatinannya - semoga Allah melindunginya - pada kinerja tanggung jawab publik dan kewajiban setia dan setia dan dedikasi, juga urutan Penjaga Dua Masjid Suci bagi mereka kepercayaan أولاهم dan ditugaskan ketekunan kebutuhan dan pemikiran dan bekerja untuk pengembangan situasi negara untuk membuat undang-undang dan peraturan memeriksa pendekatan tata kelola yang baik untuk layanan warga negara dan menjaga keamanan negara, sumber daya dan pengembangan dan keterampilan anak-anak mereka divaksinasi untuk masa depan.
Ini telah ke Penjaga Dua Masjid Suci bahwa pemberian kekuasaan Dewan Syura yang baik, dan mendukung Dewan dalam semua yang akan menjalankan fungsi yang terbaik, termasuk kemungkinan memanggil para menteri dan pejabat ke markas Dewan dan menahan mereka bertanggung jawab, dan diskusi mereka dalam kinerja bisnis mereka, karena Penjaga Dua Masjid Suci menunjuk anggota perwakilan Dewan kepada warga dan memberi mereka sekretariat sistem negara berkembang dan mengembangkan solusi yang tepat terhadap masalah-masalah dan isu-isu warga negara mereka, dan juga membahas pejabat dan menteri untuk keberhasilan misi ini dan memenuhi diungkapkan Kustodian edema mereka Dua Masjid Suci.
Dan inisiatif Raja Abdullah menunjuk 30 perempuan dalam keanggotaan Dewan tetapi merupakan bagian dari pemenuhan Sekretariat, karena warga mengeluh bahwa orang-orang di Dewan Syura tidak memberikan perhatian yang cukup terhadap isu-isu perempuan, dan masalah yang dihadapi. Dan juga mungkin tidak menyadari pria yang menderita perempuan justru karena kurangnya pengalaman mereka. Para wanita Saudi sekarang anggota Dewan Syura dan untuk mempromosikan isu-isu warga dan saudara menderita sosial, hukum, peraturan, dan membahas peraturan yang diusulkan berkaitan dengan status perempuan, khususnya, dan hak-hak mereka fungsional dan sosial dalam pelayanan publik dan sejenisnya.
Pidatonya Raja Abdullah bin Abdulaziz kepada anggota Dewan Syura pada baru, sejauh mengungkapkan keprihatinannya - semoga Allah melindunginya - pada kinerja tanggung jawab publik dan kewajiban setia dan setia dan dedikasi, juga urutan Penjaga Dua Masjid Suci bagi mereka kepercayaan أولاهم dan ditugaskan ketekunan kebutuhan dan pemikiran dan bekerja untuk pengembangan situasi negara untuk membuat undang-undang dan peraturan memeriksa pendekatan tata kelola yang baik untuk layanan warga negara dan menjaga keamanan negara, sumber daya dan pengembangan dan keterampilan anak-anak mereka divaksinasi untuk masa depan.
Ini telah ke Penjaga Dua Masjid Suci bahwa pemberian kekuasaan Dewan Syura yang baik, dan mendukung Dewan dalam semua yang akan menjalankan fungsi yang terbaik, termasuk kemungkinan memanggil para menteri dan pejabat ke markas Dewan dan menahan mereka bertanggung jawab, dan diskusi mereka dalam kinerja bisnis mereka, karena Penjaga Dua Masjid Suci menunjuk anggota perwakilan Dewan kepada warga dan memberi mereka sekretariat sistem negara berkembang dan mengembangkan solusi yang tepat terhadap masalah-masalah dan isu-isu warga negara mereka, dan juga membahas pejabat dan menteri untuk keberhasilan misi ini dan memenuhi diungkapkan Kustodian edema mereka Dua Masjid Suci.
Dan inisiatif Raja Abdullah menunjuk 30 perempuan dalam keanggotaan Dewan tetapi merupakan bagian dari pemenuhan Sekretariat, karena warga mengeluh bahwa orang-orang di Dewan Syura tidak memberikan perhatian yang cukup terhadap isu-isu perempuan, dan masalah yang dihadapi. Dan juga mungkin tidak menyadari pria yang menderita perempuan justru karena kurangnya pengalaman mereka. Para wanita Saudi sekarang anggota Dewan Syura dan untuk mempromosikan isu-isu warga dan saudara menderita sosial, hukum, peraturan, dan membahas peraturan yang diusulkan berkaitan dengan status perempuan, khususnya, dan hak-hak mereka fungsional dan sosial dalam pelayanan publik dan sejenisnya.
The ketajaman dari Penjaga Dua Masjid Suci untuk menunjukkan kepada anggota Dewan bahwa penunjukan kepada Dewan bukanlah suatu kehormatan atau suatu preferensi untuk orang-orang mereka, namun mereka menetapkan preferensi untuk ide-ide mereka dan kinerja mereka. Yang berarti bahwa tes untuk sukses dan melayani warga adalah kinerja dan kerja dan ketekunan dan mengedepankan ide-ide baru dan akuntabilitas dari para pelaku masalah dan membantu para pejabat untuk mencari solusi untuk masalah yang muncul, dan mengusulkan alternatif.
Warga perlu Dewan tidak tidur dan berpikir kewajiban solicitous kewarganegaraan dan sekretariat mereka, dan janji orang Levon kepada Penjaga Dua Masjid Suci, yang diserahkan Sekretariat dan meminta mereka untuk memenuhi perintah-Nya, dukungan dan semangat, agar tetap negara besar ini naik, ambisius dan bersemangat untuk merangkul masa depan dan entitas tinggi, yang mengalahkan semua tantangan yang berdiri di jalan pemenuhan aspirasi, dan terus untuk mencapai prestasi bersejarah, berkat kepemimpinan yang bijaksana dari Amina rasional seperti kepemimpinan Penjaga Dua Raja Masjid Suci Abdullah bin Abdulaziz untuk kesehatan dan keselamatan dan membantu dalam kinerja ini besar tanggung jawab.
Diakses tanggal 21 februari 2013

بيان من وزارة الداخلية حول تنفيذ حكم القتل تعزيرا بأحد الجناة


(Sebuah pernyataan dari Kementerian Dalam Negeri pada pelaksanaan Hukum  تعزيرا pembunuhan salah satu pelaku)


أصدرت وزارة الداخلية اليوم بياناً حول تنفيذ حكم القتل تعزيراً بأحد الجناة وفيما يلي نصه:
بيان من وزارة الداخلية:

قال الله تعالى ( إنما جزاء الذين يحاربون الله ورسوله ويسعون في الأرض فساداً أن يقتلوا أو يصلبوا أو تقطع أيديهم وأرجلهم من خلاف أو ينفوا من الأرض ذلك لهم خزي في الدنيا ولهم في الآخرة عذاب عظيم ).
بفضل من الله تم القبض على المدعو عقيل خان محمد رياض - باكستاني الجنسية - عند قيامه بتهريب كمية من الهروين المخدر.
وأسفر التحقيق معه عن اعترافه بما نسب إليه وبإحالته إلى المحكمة العامة بالرياض صدر بحقه قرار شرعي يقضي بثبوت مانسب إليه والحكم بقتله تعزيراً وصدق الحكم من محكمة الاستئناف ومن المحكمة العليا وصدر أمر سام يقضى بإنفاذ ما تقرر شرعاً بحقه .
وقد تم تنفيذ حكم القتل في المدعو عقيل خان محمد رياض - باكستاني الجنسية - اليوم الأربعاء الموافق 10 / 4 /1434 هـ في منطقة الرياض .
ووزارة الداخلية إذ تعلن ذلك لتؤكد للعموم حرص حكومة خادم الحرمين الشريفين - حفظه الله - على محاربة المخدرات بأنواعها لما تسببه من أضرار جسيمه على الفرد والمجتمع وإيقاع أشد العقوبات على مرتكبيها مستمدة منهجها من شرع الله القويم , وهى تحذر في الوقت نفسه كل من يقدم على ذلك بأن العقاب الشرعي سيكون مصيره , والله الهادي إلى سواء السبيل.

Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan pernyataan hari ini tentang pelaksanaan Hukum تعزيرا pembunuhan salah satu pelaku dan yang berbunyi sebagai berikut:
Pernyataan Kementerian Dalam Negeri:
Allah berfirman (dia yang diselamatkan Allah dan Rasul-Nya, dan kerusakan di muka bumi untuk membunuh atau menyalibkan atau memotong tangan dan kaki mereka dari berlawanan atau menolak tanah mereka pergi pada mereka di akhirat akan menjadi azab mengerikan).
Kasih karunia Allah yang ditangkap disebut Aqeel Khan Mohammed Riaz - nasional Pakistan - ketika ia menyelundupkan sejumlah obat heroin.
Penyelidikan mengakibatkan dia tentang pengakuannya termasuk dikaitkan dengannya dan merujuk ke Pengadilan Umum di Riyadh mengeluarkan keputusan yang tepat yang sah bawah Mansp bersertifikat antara dan membunuhnya تعزيرا pemerintahan dan penghakiman ketulusan dari Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung dan diperintahkan Sam menghabiskan penegakan memutuskan agama yang benar.
Aturan ini diterapkan pembunuhan disebut Aqeel Khan Mohammed Riaz - nasional Pakistan - hari ini Rabu 1434/10/04 e di wilayah RiyadhDan Kementerian Dalam Negeri sebagai mengumumkannya untuk mengkonfirmasi kepada Pemerintah tajam publik dari Penjaga Dua Masjid Suci - semoga Allah melindunginya - untuk melawan jenis narkoba apa yang menyebabkan kerusakan pada individu dan masyarakat dan irama hukuman yang paling parah pada pelaku berasal pendekatan hukum Allah Benar, peringatan pada waktu yang sama setiap penawaran di atasnya yang akan menjadi takdir hukuman yang sah, dan Allah ke jalan yang lurus.


الطلاق نهاية الأزواج المتماثلين


أوضحت دراسة أجراها علماء نفس بجامعة كولومبيا بالولايات المتحدة الأمريكية أن الشريكين الأكثر تماثلاً وتشابها في الصفات والعادات هم الاكثر عرضة للانفصال وعدم الاستمرار على الصعيدين العاطفي والاجتماعي. وقال الباحثون إن الازواج أو الأشخاص المرتبطين عاطفياً المتشابهين لبعضهم البعض من الناحية النفسية والشخصية بدرجة كبيرة هم الاكثر عرضة للحصول على علاقة قصيرة الأمد مقارنة بالأشخاص الذين يختلفون تماماً في الصفات والأفعال.



Sebuah studi yang dilakukan oleh para psikolog di University of Columbia, Amerika Serikat bahwa kesamaan yang paling seragam dan mitra dalam sifat dan kebiasaan yang paling rentan terhadap pemisahan dan kurangnya kontinuitas pada tingkat emosional dan sosial. Para peneliti mengatakan bahwa pasangan atau orang yang terkait dengan emosional sama satu sama lain secara psikologis dan sangat pribadi yang paling mungkin untuk mendapatkan hubungan jangka pendek dibandingkan dengan orang yang tidak setuju sepenuhnya dalam kata sifat dan kata kerja.

buah-buahan yang menyehatkan kulit


Setiap Manusia pasti pingin terlihat menawan.. ngg peduli laki-laki ataupun perempuan. kalau masalah ini, sensitif bawaannya.. bagaimanapun caranya pasti mereka berusaha untuk membuat kulit terus terlihat cantik..
di bawah ini, beberapa buah-buahan yang bisa membuat kulit terlihat lebih menarik apabila kita mengkonsumsinya, yaitu:
·    Pepaya : Pepaya merupakan buah-buahan yang mengandung enzim yang baik bagi kulit, karena enzim yang di kandung oleh pepaya dapat dengan cepat membatu proses pengantian sel kulit mati dan menyamarkan noda hitam, caranya yaitu haluskan pepaya dan campur dengan madu lalu gunakan kain tipis dan rendam dengan air hangat, setelah itu peras dan sebarkan di atas kain tadi, setelah itu simpan kain di atas wajah yang sudah di cuci, diamkan selama 20 menit setelah selesai bilas wajah dengan air hangat terakhir gunakanair dingin untuk menutup pori-pori kulit. lakukan seminggu sekali untuk mendapatkan kulit cerah.
·    Bengkoang : Bengkoang merupakan buah-buahan yang sangat baik bagi kesehatan kulit, banyak para ahli kulit menyarankan buah-buahan yang satu ini untuk mencerahkan kulit, bahkan banyak tersedia cream bengkoang yang banyak digunakan untuk kesehatan kulit akan tetapi sudah tercampur bahan kimia sehingga lebih baik gunakan bengkoang yang alami dengan olahan sendiri, caranya yaitu dengan menghaluskan bengkoang dan oleskan atau simpan di atas kulit wajah hingga tertutupi bengkoang yang telah dihaluskan, kemudaian diamkan selama 20 menit lalu bilas menggunakan air dingin. cara lainnya yaitu dengan cara mengkonsumsi bengkoang dan memakannya, agar kulit lebih sehat.
·   Ketimun : Ketimun merupakan sayuran yang sangat banyak mengandung vitamin, antioksidan dan mineral yang sangat baik untuk kulit wajah agar bisa menjadi cerah, caranya yaitu siapkan ketimun yang sudah dihaluskan, setelah siap tempelkan pada wajah. cara yang satu ini untuk mencerahkan kulit kantung mata yang hitam caranya adalah siapkan ketimun yang sudah disimpan di dalam kulkas, lalu potong tipis-tipis ketimun yang disiapkan lalu tempelkan di atas mata selama 10-20 menit biasanya banyak dilakukan saat waktu tidur atau bersantai.
·   Tomat : Tomat merupakan salah satu bahan alami yang baik untuk mencerahkan kulit karena mengandung zat lycopene, caranya yaitu dengan mengkonsumsi tomat, karena dengan mengkonsumsi tomat dapat melindungi kulit dari radikal bebas serta meningkatkan tabir surya sehingga mengurangi kulit yang sensitif terhadap sinar UV matahari pada kulit sehingga wajah menjadi cerah.








Cinta Di tolak, Doa Bertindak


Pernah dengar istilah “cinta ditolak dukun bertindak”?? pasti dah sering ya..
sepertinya terlalu sadis caramu (Afgan’s song)..k malah main dukun??
dah dosa,, ngk mutu juga kalee… hari gini??
masih dukun?? apa kata akhirat?? ^^
lalu apa hubungannya do’a??
kan sudah jelas!! Kalau jodoh, tidak akan kemana-mana.. Kalau tidak jodoh, pasti akan kemana-mana..
ikhwatifillaah rahimakumullaah..
Kita semua sepakat bahwa jodoh memang takdir ALLAH semata.Namun, dalam menghadapi masalah takdir, kita tidak boleh menjadi orang yang pasif apa lagi pesimis (yaaah.. saya sih terserah saja! #terserah bede’, baru biasa ngeluh!hihi). Dalam hal ini, kita dituntut untuk berikhtiar secara lahir-bathin agar mendapatkan takdir yang baik, salah satunya yaitu dengan ikhtiar do’a.
Siapa yang tidak berdo’a maka ia telah menyombongkan diri,
Siapa yang tidak berdo’a maka ALLAH murka kepadanya,
dalam sebuah hadist ditegaskan bahwa “Siapa yang tidak meminta kepada ALLAH niscaya, ALLAH murka kepadanya” (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi)
tentang Jodoh, urusannya memang agak pelik, penuh hiruk-pikuk melewati onak duri..
ia-nya juga merupakan takdir dan rahasia dari ALLAH:)
namun,, boleh jadi Takdir JODOH termasuk “TAKDIR YANG BERSYARAT”!! (jreng.. jreng.. jreengg..)
artinya, jika kita tidak mau menuruti persyaratannya maka perkara jodoh akan menjadi sulit dan sebaliknya jika persyaratannya dipenuhi maka jodohnya akan dipermudah (insya ALLAH)..
Di antara persyaratan yang dapat mengubah takdir jodoh (agar dikabulkan sesuai dengan yang kita harapkan) adalah dengan do’a..sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Tidak menolak takdir kecuali do’a” (HR. Ahmad)
Berikut saya punya tips agar …Do’a Mengubah Takdir…
bunyinya “Do-Re-Mi”
‘DO’ain dia yang baik-baik!
misalnya nih ya.. diputusin! harus bersyukur sama ALLAH karena dijauhin dari zina, lalu do’ain dia baik-baik (jgn malah ucap sumpah-serapah!),do’ain saja.. “semoga dia mendapat yang sholehah, maka insya ALLAH kamu pun akan mendapat yang sholeh”.. karena do’amu untuknya adalah do’a juga untukmu.. Dari Abu Darda’ bahwa dia berkata bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Tidaklah seorang muslim berdoa untuk saudaranya yang tidak di hadapannya, maka malaikat yang ditugaskan kepadanya berkata : “Amin, dan bagimu seperti yang kau doakan”. [Shahih Muslim, kitab Doa wa Dzikir bab Fadli Doa fi Dahril Ghalib].
‘RE’quest do’a dari orang tua, sama ibu..
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang membuat hati kedua orang tuanya ridha, maka sesungguhnya dia telah membuat Allah ridha kepadanya. Barangsiapa membuat hati kedua orang tuanya murka, maka berarti membuat Allah murka kepadanya.” (HR. Bukhari) *Ridha ALLAH adalah ridha Orang Tua*
‘MI’ntalah pada ALLAH, gantungkan harapan hanya pada ALLAH, tunggu dan lihatlah keajaiban-NYA!
ALLAH berfirman “dan apabila hamba-KU bertanya kepadamu tentang AKU, maka (jawablah) bahwasanya AKU dekat. AKU mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia berdo’a kepada-KU” (QS. al-Baqarah : 186)
bersabarlah dalam menunggu jawaban do’a dari-NYA dan meski kita berdo’a sesuai harapan dan keinginan kita tetap fokus untuk mengikhlaskan harapan-harapan kita hanya pada ALLAH,
jangan berharap pada ‘dia’ yang sekiranya nanti dapat membuat kecewa.. “IKHLAS dimulai dengan hilangnya harapan kita terhadap apa saja yang ada pada manusia” (Ali bin Abi Thalib ra.)
lantas bagaimana jika do’a telah bertindak, cinta tetap ditolak??
setidaknya cintamu untuk-NYA tak pernah tertolak (itulah yang utama)..
meski mungkin DIA tidak memberi seperti yang kita minta, namun yakinlah bahwa DIA selalu memberi yang kita butuhkan!!
aku meminta kepada ALLAH setangkai bunga, DIA beri aku kaktus berduri
aku meminta kepada ALLAH kupu-kupu nan cantik, DIA beri aku ulat berbulu..
aku sedih, kecewa dan protes, betapa tidak adilnya ini!!
lalu akhirnya aku belajar untuk bersabar dan rajin bersyukur dengan apa yang ada..
sampai suatu hari, kaktus itu berbunga sangat indah
ulat pun berubah menjadi kupu-kupu yang cantik..
itulah jalan ALLAH, janji-NYA selalu indah pada waktunya 
ALLAH tidak memberi apa yang kita harap namun yakin dan percayalah bahwa DIA selalu memberi apa yang kita butuhkan..
”..wallaahu ya’lamu wa antum laa ta’lamuun”(QS al-Baqarah: 216)"
saya percaya, ketika kita berada dalam 1 langkah kebaikan, maka ia juga sedang dalam 1 langkah untuk berbuat kebaikan
dan ketika kita berada dalam 1 langkah menuju kemaksiatan, maka ia juga sedang dalam 1 langkah untuk bermaksiat..
#Jodohmu = Cerminan Dirimu!
ini bukan bersama atau tidak bersama dengannya..
tapi tentang proses kesabaran dalam menanti
yang ‘wajib’ diisi dengan ketaatan dan ibadah,
sia-sia kah menanti?? atau ia dijadikan bukti cinta kita kepada ALLAH,
yang merupakan ghayyah sesungguhnya??

Samakah teman dengan sahabat??

Dalam  kehidupan  sehari-hari  manusia  tidak  dapat  lepas  dari kata teman dan sahabat,  mengapa  demikian? Karena manusia merupakan makhluk yang Allah ciptakan untuk  hidup  secara  bersosial. Di katakan dalam Al-Qur'an " Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal (Q.S Al-hujurat:13)  "
Rasanya tidak mungkin jika ada seseorang yang mengatakan bahwa dirinya dapat hidup sendiri, sekalipun dengan bergelimang harta dan  kekayaan yang melimpah. Karena dengan adanya firman Allah di atas, itu berarti ia telah menyalahi sunnatullah untuk bedampingan dan melaukan relasi  dengan sesama manusia.
Mengenai hal berdampingan, sudah  pasti  adanya relasi . Relasi  ini biasa kita sebut kita sebut dengan kata pertemanan dan persahabatan. Jika sudah begitu , maka akan terlahir kata teman dan sahabat yang merupakan subyek saat terjadinya  proses  Relasi   tersebut. Lalu, apakah ada perbedaan antara teman dan sahabat.
Dalam tulisan ini, kita akan sedikit membahas perbedaan di antara kedua kata tersebut.
Kita sering salah menempatkan posisi teman dan sahabat. Akibatnya, banyak hal yang seharusnya akan kebih baik bila di ceritakan kepada sahabat malah justru di ceritakan kepada teman atau  sebaliknya. Bagaimana jika yang kita bicarakan  bersifat rahasia dan sakral, yang apabila di ceritakan kepada teman  akan menjatuhkan harga diri kita misalnya. apalagi teman kita itu kurang bisa menjaga rahasia maka itu akan menjadi momok yang sangat menakutkan.
Pada kenyataanya, teman dan sahabat adalah orang yang sama-sama hidup berdampingan dengan kita, namun porsi kedekatan dan pemahamannya terhadap kitalah yang membedakan antara keduanya, biasanya teman tidak sampai sedekat sahabat. Setiap orang yang mengenal kita, bisa saja kita  sebut sebagai teman, tetapi tidak untuk hal sahabat  karena untuk mencapai kata sahabat kita pasti membutuhkan proses.
Biasanya teman bersama-sama dengan kita hanya saat bergaul saja, itu pun mungkin  hanya  jasadnya  saja  Karena  sekilas  teman tidak dekat dengan kita secara mendalam. Terkadang teman hanya menilai kita hanya dari fisik saja, belum sampai pada tingkat makrifat pengenalan yang mendalam. Sedangkan sahabat dia selalu bersama-sama kita meskipun bukan dalam  bergaul saja, karena seorang sahabat  sudah mampu menempatkan posisi makrifat secara internal dan bilateral dengan kita, dia mau menerima kita apa adanya , tidak menjadikan kekurangan kita sebagai senjata untuk di permasalahkan, melainkan mau merekontruksi dan menjadikannya sebuah kekuatan.
Dalam kadaan terpuruk, tidak sedikit teman yang hanya mampu mencemooh dan menghindari kita, tanpa adanya usaha untuk melakukan pertolongan baik moril maupun materil. Keadaan ini justru berbeda dengan adanya kehadiran seorang sahabat. Tanpa kita sadari , sahabat akan  cepat  dan tanggap  mengahadapi  situasi sulit yang kita hadapi dan dengan segera dia juga ikut andil dan mengambil posisi untuk menjadikan kita sosok yang kuat dan pemberani. Dia bertindak seolah dia adalah pelita dalam pekatnya gelap menghampiri kita, semuanya ini di lakukannya dengan ketulusan yang langsung terpancar dari semua tingkah lakunya. Tulus tanpa adanya kata pamrih sedikitpun.
Melalui Uraian perbedaan antara teman dan sahabat di atas, kita dapat membedakan bahwa sahabat  itu lebih terasa intim dari pada sebutan sebagai teman yang  bisa di katagorikan hanya sebatas dalam pergaulan biasan saja.
Kita dapat menganalisis dan mengambil sampel dari Rasulullah  yang menyebutkan semua orang yang hidup pada masanya dengan sebutan sahabat meskipun dalam kenyataannya mereka tidak semuanya dekat dengan Nabi. Bahkan justru di antara mereka ada yang hidup hanya pada zamannya saja tanpa ada kesempatan untuk  bertemu langsung dengan Nabi. Padahal dalam kamus bahasa Arab, kata  sahabat  berarti juga seorang teman. Mengapa demikian? Karena ternyata sebutan sahabat  akan di rasa lebih kuat dari pada sebutan teman. Baik di lihat dari ikatan lahir maupun batin, terlebih lagi pada saat itu, posisi Rasulullah dan sahabat masih butuh akan dukungan moril maupun materil dalam rangka menyebarkan ajaran islam dan guna menghimpun kekuatan islam agar mampu melawan musuh-musuhnya. Salah satu dukungan moril yang di lakukan Rasulullah adalah menyebutkan kata teman menjadi sahabat dengan harapan mereka mau mendekatkan diri masing-masing tanpa adanya sesuatu yang sirri baik fisik maupun batin dengan tujuan agar islam memiliki  pondasi yang kuat dan kokoh untuk menghadapi musuh-musuhnya. Dengan cara  menyatukan hati, pikiran dan jiwa mereka melalui panggilan sahabat.
Pada hal jika Rasul mau, beliau bisa saja memanggil teman-temannya dengan kata "zamilli" yang juga berarti  teman. Namun, dalam penggunaan kata zamili ini hanya di peruntukan untuk teman biasa, yang mungkin kita mengenal namanya tanpa tahu rupanya, atau mengetahui rupa tanpa mengetahui namanya. Inilah perbedaan yang spesifik antara kata teman dan sahabat.



Ciri-Ciri Wanita Sholehah

Ciri_ciri Wanita Sholehah

sedikit memberikan pencerahan....,
Wanita sholehah, meskipun mudah tetapi sulit untuk direalisasikan.. sedang manusia tidak pernah akan mencapai keberhasilan tanpa mencoba, yuk, bagi para muslimah yang ingin mencoba, siapa tau link ini bisa membantu(http://sufi-zone.blogspot.com/2012/05/sufizone-ciri-ciri-wanita-solehah.html)
Silahkan,,, :) :)